Thursday, 28 April 2016

Merti Desa Popongan

Popongan, Merti desa merupakan upacara adat yang mungkin tak asing bagi kita. Dimana Tradisi yang untuk saat ini masih terus lestari tak hanya menentramkan hati, namun juga memberikan kebanggaan atas ragam kekayaan budaya di negeri ini. Sebuah tradisi yang perlu dilestarikan, larena semakin kekinian, tradisi ini mulai di tinggalkan, acara ini masih tetap berlangsung, walaupuntidak banyak lagi yang melakukannya, khususnya di Popongan.

Merti desa, sering disebut juga bersih desa, pada hakikatnya merupakan simbol rasa syukur masyarakat desa poponga kepada Alloh SWT atas limpahan rejeki yang diberikan. rejeki bisa berwujud apapun, seperti keselamatan, ketentraman dan guyup rukun antar warga desa. Bahkan orang Jawa percaya, ketika sedang berduka dan tertimpa musibah, masih banyak hal yang pantas disyukuri. Rasa syukur bisa menjadi obat sekaligus sugesti yang menghadirkan ketenangan jiwa.


Merti desa biasanya dilakukan pada bulan bulan tertentu, dalamm kalender jawa. Di desa Popongan akan mengadakan acara Merti Desa yang diikuti oleh seluruh warga di desa Popongan. Baik muda ataupun yang sudah berumur. Dalam Meti Desa peran masyarakat dalam partisipasinya sangat menentukan proses dan kelestarian budaya ini. Karena secara langsung mereka melakukan kontak langsung dengan melaksanakan merti desa.


Rangkaian acara merti desa diawali dengan bersih-bersih desa diseluruh wilayah desa Popongan, dipuncak acara merti desa yang jatuh pada tanggal 5-6 Mei 2016 diselenggarakan pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk dengan dalang:

1. Mulai 13.00-18.00 dalang : Naila Hilmy Tunjung dari Banyumas
2. Mulai 21.00-05.00 dalang: Ki Wisnu Hadi Sugito dari Toyan, Kulon Progro Yogyakarta
Foto: Ki wisnu Hadi Sugito


Teks: Admin dan Berbagai sumber